Kisah Dibalik Batu Kursi Siallagan

Wisata —Jumat, 19 Nov 2021 15:18
    Bagikan  
Kisah Dibalik Batu Kursi Siallagan
Kisah Dibalik Batu Kursi Siallagan./pinterest

DEPOST BANDUNG


Batu Kursi Siallagan adalah salah satu objek wisata yang terkenal di Samosir, Sumatera Utara. Wisata ini adalah beberapa batu yang dipahat berbentuk kursi dan mengelilingi sebuah meja yang terbuat dari batu juga. Kursi-kursi ini dulunya adalah tempat Raja dan para petinggi untuk mengadakan diskusi.


Disekitar Batu Kursi Siallagan ini terdapat beberapa rumah adat yang masih berdiri dengan kokoh dan terawat. Konon rumah ini sudah berusia ratusan tahun. Setiap rumah memiliki fungsi yang berbeda. Ada rumah yang menjadi tempat tinggal Raja dan keluarganya dan ada rumah yang menjadi tempat pemasungan.


Di belakang rumah-rumah tersebut terdapat sebuah batu berukuran besar yang konon katanya dahulu dipakai bagi para pelanggar hukum untuk melaksanakan hukuman pancung.

Baca juga: Resep Singkong Geprek Kekinian

Baca juga: cafe Instagramable di Bandung

Dahulu tempat ini adalah sebuah desa yang dikelilingi oleh batu setinggi 1,5 sampai 2 meter. Batu itu dipercaya sebagai pelindung desa dari serangan binatang buas. Pada jaman dahulu memang masih banyak seranan binatang buas sehingga dibuatlah batu tinggi tersebut.


Sumatera Utara sangat kental akan budayanya. Dahulu jika ada seseorang yang melanggar aturan adat istiadat, maka sang Raja dan para petingginya akan berdiskusi megenai kejadian tersebut dan memutuskan hukuman apa yang pantas didapatkan oleh sang pelanggar.


Jika seseorang melakukan pelanggaran kecil, maka hukuman yang diberikan adalah hukuman pasung di dalam sebuah rumah dekat Batu Kursi Siallagan. Jika yang dilakukan adalah pelanggaran besar, maka hukuman yang diberikan berupa hukuman pancung. Hukuman pancung sendiri merupakan pemenggalan kepala dalam sekali tebas.


Untuk melakukan hukuman pancung, seorang pelanggar akan dibawa oleh Raja dan para petinggi ke batu besar dibalik rumah yang ada di sekitar Batu Kursi Siallagan, kemudian dia akan dibaringnya, lalu dilakukanlah hukuman pancung tersebut. Konon dahulu jantung dan hati seorang yang diberikan hukuman pancung akan dimakan oleh sang Raja untuk menambah kekuatannya. Beruntung praktik hukuman itu tidak dilaksanakan lagi sampai saat ini./Reg.

Baca juga: Bagnaia: Kemenangan MotoGP Valencia Cara Terbaik untuk Merayakan Rossi

Baca juga: Italia Berharap Memenangkan Piala Dunia - Mancini Optimis Saat Azzurri Memasuki Babak Play-off


SUMBER : DEPOSTTOBA.COM


Editor: Amel
    Bagikan  

Berita Terkait