Pasca Tutupnya Rute Damri, Dishub Kota Bandung Tambah 6 Unit Armada TMB

News —Selasa, 2 Nov 2021 16:00
    Bagikan  
Pasca Tutupnya Rute Damri, Dishub Kota Bandung Tambah 6 Unit Armada TMB
Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Angkutan Dishub Kota Bandung | Yudhiyana.

BANDUNG, DEPOSTBANDUNG- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung menambah enam unit armada di tiga koridor angkutan Trans Metro Bandung (TMB). Penambahan unit ini guna menjaga layanan transportasi di KOta Bandung pascaberhentinya sebagian rute bus Damri.

Kepala Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Angkutan Dishub Kota Bandung, Yudhiyana menuturkan, penambahan unit bus TMB tersebut yakni untuk rute Cibiru-Cibeureum, Cicaheum-Cibeureum dan Cicaheum-Sarijadi. Masing-masing koridor ditambah dua unit armada.

Saat ini, Dishub memiliki lima koridor bus TMB. Masing-masing koridor beroperasi delapan unit armada.

Baca juga: Irjen Pol Ahmad Dofiri di Mutasi Menjadi Kabaintelkam, Irjen Pol Suntana Jabat Kapolda Jabar

"Kita memberikan solusi sementara. Kita meluncurkan beberapa armada tambahan di beberapa rute TMB. Namun akan kita evaluasi terus terkait tambahan armada tersebut," ucap Yudhiana pada acara Bandung Menjawab di Auditorium Balai Kota Bandung, Selasa (2 November 2021).

Penambahan unit TMB ini memang ditempatkan di koridor yang sebelumnya beririsan dengan rute bus Damri. Sehingga untuk koridor Antapani-Leuwipanjang dan Antapani-St. Hall tidak ditambah.

Yudhiana menuturkan, hasil pengamatan di lapangan, berhentinya sebagian besar rute bus Damri tak membuat ledakan penumpang di TMB. Hanya ada peningkatan jumlah penumpang sebesar 15 persen.

Baca juga: Kadin Kota Bandung Menggelar Musyawarah Kota (MUKOTA VIII)

"Peningkatan tidak signifikan karena mungkin larinya juga tidak ke TMB semua. Ada moda angkutan lainnya seperti angkot, maupun memakai angkutan pribadi dan ojeg online," ujarnya.

Kendati demikian, Dishub tetap merancang sejumlah strategi agar pelayanan transportasi di Kota Bandung tak terganggu lantaran sejumlah rute bus Damri berhenti beroperasi. Di antaranya dengan menyesuaikan ritase TMB.

"Artinya mengatur pola keberangkatan di waktu sibuk dan tidak sibuk. Frekuensi layanan yang biasanya TMB dan Damri koordinasi dan bersinergi mengatur keberangkatan. Sehingga pengaturan frekuensi tersebut tidak mengganggu layanan," terangnya.

Baca juga: Polisi Ringkus Residivis Spesialis Curi Uang Kotak Amal

Masih menurut Yudhiana, kondisi penurunan penumpang sebetulnya tidak hanya dialami oleh Damri. Saat pandemi Covid-19 juga turut mempengaruhi moda transportasi umum lainnya.

Hingga Oktober kemarin pendapatan TMB sepanjang 2021 masih belum mencapai angka Rp2 miliar. Padahal, tepat sebelum pandemi melanda pada 2019 silam menjadi raihan pendapatan tertinggi TMB yang bisa menyentuh angka Rp5,6 miliar dalam satu tahun.

"Target cukup jauh dan bisa kita lihat karena faktor penumpang itu sangat kecil. Bukan hanya TMB, Damri ataupun angkot (angkutan kota) juga itu mengalami penurunan penumpang. Itu lebih dari 50-60 persen," ungkapnya. -23

Baca juga: Hari Sumpah Pemuda, Gerakan Kepedulian Pemuda Kota Bandung Kian Masif

Editor: Reza
    Bagikan  

Berita Terkait