Review Film 22 Menit, Film Aksi yang Diangkat dari Kisah Nyata

Hiburan —Senin, 25 Oct 2021 14:32
    Bagikan  
Review Film 22 Menit, Film Aksi yang Diangkat dari Kisah Nyata
Review Film 22 Menit, Film Aksi yang Diangkat dari Kisah Nyata|Pinterest

DEPOST BANDUNG

22 Menit adalah film aksi Indonesia yang dirilis pada Juli 2018. Film ini disutradarai oleh Eugene Panji serta Myrna Paramita, dan dibintangi sederet aktor terkenal seperti Ario Bayu, Ade Firman Hakim, Fanny Fadillah, dan Totos Rasiti. Film berdurasi satu jam enam menit ini menceritakan tentang kronologis terjadinya ledakan bom di Jalan MH Thamrin Jakarta pada Januari 2016 lalu.

Sinopsis :
Januari 2016, terjadi serangan bom di jalan MH Thamrin, Jakarta. Ardi, seorang polisi yang juga anggota unit antiterorisme, berusaha memburu pelaku pengeboman. Pada saat yang bersamaan, polisi lalu lintas bernama Firman berusaha mengamankan situasi. Ledakan tersebut mengenai seorang office boy bernama Anas yang kebetulan berada di lokasi untuk membelikan pesanan rekan kantornya, juga Tasya, seorang karyawati, yang terluka ketika tengah tergesa mengejar janji. Di tengah kekacauan tersebut, ada sosok misterius yang terlihat hirau dari hiruk-pikuk yang terjadi. Ardi, Firman dan segenap jajaran unit anti terorisme dalam 22 menit berhasil meringkus pelaku.

Baca juga: Menjaga Level Stres dengan Liburan, Ini Tanda Kamu Butuh Liburan untuk Recovery Pikiran

Baca juga: Rekomendasi Tempat Camping Di Bandung


Di sepanjang film, Anda akan dibuat terpukau oleh tampilan sinematografi dan CGI yang digunakan. Kilas balik peristiwa Bom Sarinah yang sempat menggemparkan Nusantara ini dikemas dengan apik oleh tim produksi. Aksi laga serta detail-detail kejadian yang ditampilkan terasa begitu nyata seolah-olah penonton ikut masuk ke dalam cerita.

Hanya saja selama menonton, pemirsa diharapkan fokus dan berkonsentrasi penuh pada film karena film ini menggunakan alur maju-mundur. Tapi Anda tidak perlu khawatir kebingungan karena setiap berpindah waktu, penonton akan diberitahu lewat tulisan yang ditampilkan.

Didukung langsung oleh Kepolisian RI guna mengkampanyekan gerakan anti-terorisme, film ini menampilkan prosedur penanganan terorisme dengan sangat mendetail. Tak tanggung-tanggung, properti milik Kepolisian seperti helikopter dan kendaraan-kendaraan militer lainnya pun diturunkan. Bagi standar film Indonesia, tentu hal ini menjadi nilai plus mengingat pengambilan lokasi pun dilakukan secara langsung di tempat kejadian asli.

Akting para aktor pun tidak main-main. Setiap tokoh berhasil memerankan karakter yang diberikan dengan sangat baik. Ario Bayu contohnya. Untuk mendalami perannya sebagai Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), aktor kawakan satu ini sampai menjalani pelatihan kepolisian selama satu bulan penuh sebelum proses syuting dilakukan.

Baca juga: Drama Korea Be Melodramatic, Kisah Persahabatan Tiga Perempuan di Usia 30-an

Selama menonton, Anda akan merasa seperti sedang dibawa mundur ke tahun 2016. Rentetan adegan yang ditampilkan membuat kita berhasil membayangkan bagaimana proses penyergapan teroris yang dilakukan Kepolisian pada saat kejadian. Sayangnya, dari segi cerita, film ini memiliki sedikit kekurangan. Penulis dan sutradara lebih menekanankan proses penanganan teror dan sama sekali tidak memberitahu pemirsa soal latar belakang kenapa teroris tersebut melakukan pengeboman.

Emosi yang akan anda dapatkan saat menonton film ini juga sangat beragam. Selain menegangkan, film ini juga akan membuat anda sedih terutama pada adegan saat korban-korban berjatuhan. Untuk mengetahui lengkapnya, Anda harus menonton sendiri film yang sudah tersedia di beberapa aplikasi streaming digital ini.

Baca juga: Seram, Teror Hantu Moto Sak Tampah, Penghisap Gairah Hidup Manusia di Pulau Jawa

Editor: Salsa
    Bagikan  

Berita Terkait